Tampilkan postingan dengan label Kelas 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 9. Tampilkan semua postingan

Mengungkapkan Pengalaman dan Gagasan dalam Bentuk Cerita Pendek

Untuk mengungkapkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerpen, maka seseorang haruslah memiliki kreatifitas dalam mengungkapkan kata-kata dan menyusunnya dalam bentuk cerita yang runtut. Untuk itu, bagi seorang pengarang pemula, perlu memperhatikan hal-hal berikut ini saat mengarang cerpen.

  1. Memilih tema yang menarik, dengan memilih tema yang menarik, maka cerpen yang dihasilkan dapat menjadi cerpen yang menarik pula
  2. Tentukan jenis cerpen dan tingkat bacanya, dengan menentukan jenis cerpen, maka arah penceritaan dalam cerpen tersebut dapat tersusun dengan baik, begitu pula apabila penceritaan dalam cerpen ditujukan untuk kalangan tertentu, maka hasilnya juga akan terarah
  3. Menentukan tokoh-tohoh
  4. Menentukan alur
  5. Menentukan sudut pandang
  6. Memulai dengan membuat kerangka cerita
  7. Mengembangkan kerangka cerita ke dalam cerita yang utuh dan disertai dengan konflik dalam penceritaan

Mengenal Struktur dan Kebahasaan Cerita Pendek


Cerita pendek yang merupakan bagian dari karya sastra, memiliki struktur dan ciri kebahasaan tersendiri. Cerita pendek memiliki struktur antara lain orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, resolusi. Berikut ini penjelasannya.
  1. Orientasi adalah penentuan peristiwa, penciptaan gambaran visual latar, atmosfer, dan waktu kisah.
  2. Rangkaian peristiwa merupakan bagian struktur cerpen yang berisi tentang bagian-bagian cerita yang saling bertautan.
  3. Komplikasi yakni bagian cerita yang berisi seputar konflik atau masalah yang memengaruhi latar, waktu dan karakter.
  4. Resolusi berisi tentang solusi untuk masalah dalam cerita yang berjalan telah selesai. Dalam resolusi juga tergambar cara pengarang mengakhiri cerita.
Selain mengetahui struktur cerpen, mengetahui kaidah bahasa cerpen juga menjadi hal yang penting agar kita dapat dengan mudah mengidentifikasi cerpen. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan tentang kebahasaan cerpen.
  1. Penceritaan menggunakan sudut pandang tertentu, biasanya pencerita menjadi orang pertama atau ketiga dalam cerita.
  2. Beberapa dialog dimasukkan dalam cerita, menggunakan waktu kini atau lampau.
  3. Banyak menggunakan kata benda khusus.
  4. Menggunakan uraian deskriptif yang rinci.
  5. Banyak menggunakan majas.
  6. Menggunakan pertanyaan retoris untuk melibatkan pembaca. Misalkan: "Pernahkah anda datang ke tempat ini?"

Belajar Mengenal Unsur-Unsur Cerita Pendek

Cerpen merupakan karya sastra yang menarik karena di dalamnya menyajikan cerita tokoh dengan karakter yang unik. Cerpen juga merupakan karya yang dapat dibaca sekali duduk. Untuk membuat cerpen yang menarik, maka harus memiliki unsur yang lengkap. Unsur pembangun cerpen terbagi atas dua bagian, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur Intrinsik merupakan unsur yang membangun cerpen tersebut. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang menjadi pendukung cerpen dari luar cerita. 

Berikut ini adalah unsur-unsur intrinsik cerpen.

1. Tema

Tema dalam cerpen dapat diibaratkan sebagai ruh dari karya tersebut. Tanpa tema, maka cerpen dapat menjadi hambar dan tidak berfokus. Untuk itu, cerpen yang baik harus memiliki tema yang fokus pada apa yang akan diceritakan. Tema sendiri dapat diartikan sebagai pokok pikiran atau dasar cerita. Tema sifatnya umum, artinya tema tersebut dapat menjadi perwakilan inti dari cerpen yang diciptakan. Contoh tema adalah tentang persahabatan, lingkungan hidup, dan lain sebagainya.

2. Tokoh dan Penokohan

Unsur intrinsik dalam cerpen yang berikutnya adalah tokoh dan penokohan. Tokoh dapat diartikan sebagai pemeran/ sosok yang diceritakan dalam suatu cerita. Sedangkan penokohan adalah penentuan watak atau sifat tokoh dalam suatu cerita. Dalam cerpen, tokoh dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.

  • Tokoh Protagonis, yakni tokoh yang biasanya menjadi pemeran utama dan memiliki sifat yang baik.
  • Tokoh Antagonis, tokoh ini merupakan tokoh yang memiliki watak kebalikan dari tokoh tritagonis, seperti sombong, jahat, iri, dengki, dan lain sebagainya.
  • Tokoh Tritagonis, yakni tokoh yang menjadi penegah antara tokoh protagonis dan tokoh tritagonis. 

3. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan cara pengarang memposisikan diri ketika menciptakan cerpen. Misalnya, dalam suatu cerpen, tokoh utamanya adalah Aku, maka sudut pandang pengarangnya adalah Orang Pertama (Tokoh Utama).

4. Setting (latar)

Setting atau latar dalam cerpen terbagi menjadi tiga, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Contoh latar tempat: Udin berdiri di depan rumahnya. Contoh latar Waktu: Jemput aku nanti sore. Contoh latar suasana: Dingin semilir angin membuat kulit ini merinding.

5. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan ciri khas penulis dalam menyampaikan cerita yang dilihat dari bahasa penyampaian. Gaya bahasa dapat berkaitan dengan penggunaan majas, diksi, dan lain sebagainya.

6. Amanat

Secara mudah, amanat dapat diartikan sebagai pesan yang ingin disampaikan seorang penulis kepada pembaca. Amanat dalam cerpen seringkali disampaikan dengan cara yang tersirat (tersembunyi).

Apa itu Cerita Pendek? Mari Mengidentifikasi Cerita Pendek

Cerpen merupakan salah satu bagian dari teks naratif (bersifat menceritakan). Cerpen dapat diartikan sebagai cerita pendek yang bersifat fiktif yang isinya menceritakan tokoh-tokoh beserta konflik yang dialami serta disajikan dalam bentuk yang padat dan ringkas.

Dalam dunia sastra, cerpen memiliki tujuan untuk menghibur pembaca. Cerita pendek bermula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama. Adapun irama tersebut berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah disampaikan.

Cerita pendek cenderung tidak kompleks dibandingkan dengan novel. Cerpen biasanya memusatkan pada satu kejadian, satu plot, tokoh yang terbatas, dan mencakup jangka waktu yang singkat. Agar dapat lebih memahami apa itu cerpen, perhatikan ciri-ciri cerpen sebagai berikut ini.

  1. Terdiri atas 1600 sampai 10.000 kata yang dapat dibaca dalam waktu yang cukup singkat.
  2. Biasanya berfokus pada satu tema.
  3. Diksi yang digunakan mudah dipahami.
Itulah pengertian, tujuan dan ciri-ciri cerpen. 

Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Eksposisi

Setiap teks memiliki ciri kebahasaan masing-masing. Begitu juga dengan teks eksposisi. Berikut ini adalah ciri kebahasaan teks eksposisi.

Nominalisasi (Pembendaan)

Nominalisasi (pembendaan) merupakan ciri khas teks eksposisi. Pembendaan merupakan proses tata bahasa mengubah kata benda, kerja, dan sifat menjadi kata benda. Fungsinya untuk menghubungkan makna antarkalimat. Contoh: membangun dibendakan menjadi pembangunan, berhasil dibendakan menjadi keberhasilan. Contoh dalam kalimat: Kita harus mendaur ulang sampah. Pendaurulangan itu menguntungkan lingkungan dan menghasilkan uang.

Bentuk Pasif dan Kata Ganti Orang

Teks eksposisi pada umumnya ditulis bukan dalam bentuk orang pertama (saya), namun lebih pada bentuk istilah umum yang menggambarkan anggota masyarakat atau warga negara atau yang berwenang. Misalnya ini harus dihentikan. Bentuk pasif digunakan agar bahasa yang disampaikan lebih bersifat formal dan kuat.

Kosakata

  1. Kosakata yang digunakan sering berupa istilah teknis.
  2. Rantai kata, pasangan kata (sinonim dan antonim), serta rumpun kata yang saling berkaitan seperti tanah, regenerasi, dan sumberdaya alam.
  3. Menggunakan kata benda abstrak yang digunakan, seperti kegembiraan dan takut.
  4. Menggunakan kata emotif untuk melibatkan para audiens.
  5. Menggunakan kata tugas (konjungsi)
  6. Terdapatnya kata yang menyatakan alasan, contoh: sebab, oleh karena itu.


Bagaimana Membuat Pidato Persuasif? Inilah Cara Menuangkan Gagasan, Pikiran, Arahan, atau pesan dalam Pidato persuasif



Sebelum mempelajari bagaimana cara membuat pidato persuasif, terlebih dahulu kita harus memahami struktur teks pidato persuasif. Berikut ini adalah struktur teks persuasif.

Pernyataan Posisi
Pernyataan posisi merupakan pendapat atau pendirian yang diambil oleh penulis terhadap suatu persoalan. Misalnya tentang persoalan sampah dilingkungan, masalah kenakalan remaja, dan lain sebagainya. Dalam membuat pernyataan posisi, perlu memfokuskan pernyataan tersebut agar dapat tepat sasaran. Untuk memfokuskan pernyataan posisi, kita dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan persoalan yang di bahas. Contoh pertanyaan yang dapat kita ajukan antara lain adalah sebagai berikut.
1. Siapa yang akan diyakinkan?
2. Apa yang akan diyakinkan?
3. Jenis argumen apa yang menarik perhatian mereka?
4. Apakah pernyataan sudah menyatakan posisi secara jelas?

Tahap Argumen
Tahap argumen berisi tentang alasan-alasan. Dalam tahap argumen terdapat bukti, contoh, pendapat pakar, informasi statistik, dan sebagainya. Agar argumen efektif, maka tahap argumen harus menggunakan bahasa atau istilah yang mudah dipahami.

Penguatan Pernyataan Posisi
Di bagian ini merupakan argumen yang ditonjolkan. Simpulan posisi berdasarkan argumen yang disajikan memperkuat pernyataan posisi. Berikut yang harus diperhatikan dalam memperkuat posisi.
1. Memperkuat pernyataan posisi dan menekankan pikiran utama dengan menggunakan suara berbeda, nada, tinggi-rendah, mimik, bahasa tubuh, dan gestur.
2. Argumen dikembangkan secara logis dan disertai dengan bukti-bukti.
3. Tabel, diagram, foto, dan gambar dapat digunakan dengan dampak hebat dalam eksposisi lisan dan tulis. 

Siapa Severn Suzuki? Mari Menelaah Pidato Persuasif Severn Suzuki

Severn Suzuki

Pidato persuasif merupakan pidato yang berisi ajakan kepada orang lain. Pada tahun 1992, pernah ada seorang anak bernama Severn Suzuki yang saat itu masih berusia 12 tahun menyampaikan sebuah pidato dihadapan pimpinan terkemuka saat sidang PBB berlangsung hingga membuat suasana sidang menjadi hening hingga saat pidatonya selesai, seluruh peserta di ruang sidang berdiri dan memberi tepuk tangan kepada gadis tersebut. Berikut ini adalah pidato Severn Suzuki yang fenomenal tersebut.

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization.

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. 

Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.

Jika anda tidak tahu bagaimana  cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Di sini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar. Yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya. Beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal. Dan cinta dan kasih sayang".

Jika seorang anak yang berada di jalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya. Bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.

Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.

Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan "Semuanya akan baik-baik saja". Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan. Dan ini bukanlah akhir dari segalanya.

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? 

Ayah saya selalu berkata "kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-katamu".

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang ANDA , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Setelah membaca pidato di atas, dapat ditelaah bahwa pidato tersebut memiliki bagian-bagian sebagai berikut.

  1. PendahuluanHalo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization. Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. 
  2. Perkenalan diri yang mengesankan, Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi.Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
  3. Latar belakang utamaKehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
  4. Pengantar ke pokok persoalan dengan model repetisi, Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
  5. Model repetisi dengan pengulangan kata "Saya merasa takut untuk berada ..." dan "Saya merasa takut untuk bernafas..."Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
  6. Inti repetisi, Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
  7. Pertanyaan empatiApakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?
  8. Penyajian fakta, Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
  9. Inti pidato untuk duniaJika anda tidak tahu bagaimana  cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
  10. Argumen-argumen, Di sini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar. Yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya. Beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
  11. Pesan penutupAyah saya selalu berkata "kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-katamu". Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang ANDA , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Menyimpulkan Hasil Identifikasi Pidato Persuasif

Setelah kita memahami bagaimana cara mengidentifikasi informasi dalam pidato peruasif, hal berikutnya yang perlu dipelajari adalah bagaimana cara menyimpulkan hasil identifikasi pidato persuasif. Hal ini berguna untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang isi pidato yang disampaikan dan mendapatkan kesimpulan apakah pidato tersebut berkualitas atau tidak.

Gambar ilustrasi diambil dari situs pixabay.com

Setelah seseorang mendengarkan suatu pidato, seseorang butuh menyimpulkan isi pidato agar dapat lebih memahami isi pidato tersebut. Berikut ini merupakan unsur yang harus diperhatikan untuk menyimpulkan pidato persuasif.

1. Pembukaan
Pidato yang baik adalah yang memiliki pembukaan yang kuat. Untuk mengetahui apakah pidato tersebut memiliki pembukaan yang kuat, maka harus memenuhi unsur-unsur berikut ini.
  • Merebut perhatian, yakni melalui pernyataan yang dramatis atau dengan bantuan visual.
  • Hubungan dengan audiensi, menunjukkan kesamaan dan empati kepada audiensi.
  • Kelayakan, pembicara harus dapat menunjukkan bahwa ia layak berbicara tentang topik yang ia bicarakan karena memiliki pengalaman personal atau profesional, santun, dan berdasarkan data.
  • Tujuan, pembicara harus dapat menjelaskan harapan apa yang ingin didapatkan setelah pidato tersebut selesai disampaikan.
  • Peta jalannya pidato, pembicara harus dapat menjelaskan pokok-pokok isi pidato kepada para audiensi.
2. Isi
Isi pidato sebaiknya berisi pokok pikiran disertai dengan alasan yang dapat meyakinkan audiensi untuk mendukung pikiran pembicara. Paling tidak susunan isi pidato harus disusun dengan logis, menggunakan sumber terpercaya, contoh yang logis, dan dikenal audiensi.

3. Penutup
Seorang pembicara yang baik adalah pembicara yang dapat menutup pidatonya dengan kalimat yang menyakinkan/ menarik dan mengesankan. Penutup pidato dapat juga diselipkan pantun atau simpulan untuk mempertegas isi pidato.

Untuk menyimpulkan pidato persuasif, kita dapat menulisnya ke dalam format laporan seperti di bawah ini.

Tema Pidato  : ..................................

Pembicara     : ..................................

Waktu Tayang/ Siar : ............. (tanggal, bulan, tahun), Pukul ..............

Bentuk Sapaan yang Digunakan : ...............

Bentuk Salam yang Digunakan   : ..............

Rangkuman

Pendahuluan : ................................................

Isi : ................................................................

Penutup : ........................................................

Mengidentifikasi Informasi tentang Pidato Persuasif

 


Pengertian Pidato Persuasif

Pidato persuasif adalah seni mengungkapkan pendapat secara jelas dan logis. Pidato persuasif dapat digunakan dalam acara resmi maupun tidak resmi. Selain itu, ketika seseorang berpidato persuasif,  isi pidatonya biasanya berisi ajakan.

Tujuan seseorang berpidato persuasif, tidak lain adalah untuk meyakinkan audiensi (pendengar) untuk melakukan sesuatu.  Untuk dapat mengajak seseorang melalui pidato persuasif, maka seseorang dapat menggunakan beberapa cara memersuasi antara lain sebagai berikut.
  • Menggunakan pendekatan Etika
Contoh:
Kita harus menjauhi narkoba karena menurut agama, hal itu adalah perbuatan dosa.
  • Pendekatan Emosi (menggugah perasaan audiensi)
Contoh:
Coba bayangkan, seorang pengguna narkoba dapat kehilangan teman bahkan keluarga.
  • Menggunakan pendekatan Logika (menggunakan bahasa yang masuk akal)
Contoh:
Penggunaan narkoba menyebabkan seseorang mengalami ketergantungan. Narkoba juga merusak jiwa dan menyebabkan akal seseorang menjadi tidak normal lagi.

Agar dapat menulis pidato persuasif yang baik, maka perlu dipersiapkan hal-hal berikut ini.

1. Pelajari Topik
Untuk dapat membuat pidato persuasif yang baik, maka kita harus mengetahui topik yang akan disampaikan dalam pidato. Hal ini sangat penting karena dengan mempelajari topik yang akan disampaikan, maka kita akan mudah saat menyampaikan pidato. Selain itu, dengan mempelajari topik, maka pidato yang disampaikan tidak akan terlalu melebar ke arah yang terlalu luas.

Cara mudah untuk mempelajari topik pidato yang akan dibuat adalah dengan meluangkan waktu untuk  membaca buku dan mencari sumber-sumber lain yang sesuai dengan topik. Sumber lain dapat berasal dari televisi, radio, internet, orang lain, dan lain sebagainya.

2. Pahami Tujuan
Dengan memahami tujuan, maka pidato yang akan dibuat nantinya akan lebih dapat tepat sasaran kaitannya dengan hasil akhir yang kita inginkan terhadap audiensi. Apabila tujuan pidato tidak kita pahami, maka kemungkinan keinginan kita terhadap audiensi akan sulit tercapai.

3. Pahami Audiensi
Memahami audiensi (pendengar) dapat memudahkan kita dalam menyusun pidato persuasif. Misalnya saat kita menyusun pidato persuasif yang ditujukan kepada siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) maka isinya akan berbeda dengan ketika kita menyusun pidato persuasif yang akan disampaikan kepada siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Inilah Langkah Membuat Laporan Percobaan



Untuk membuat sebuah laporan percobaan, terdapat banyak macam format. Berikut ini adalah salah satu format penyusunan laporan percobaan.

Format Laporan Percobaan

1. Nama         : ...................................
2. Kelas          : ...................................

3. Tujuan (Berisi tentang alasan melakukan percobaan)
Tujuan percobaan ini adalah untuk ...................

4. Hipotesis (Berisi tentang apa yang diharapkan dari percobaan yang sedang dilakukan dan apa hasil yang akan didapat menurutmu)
Hipotesis percobaan ini adalah ...............

5. Alat dan Bahan (Berisi tentang apa saja alat yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan)
Daftar semua alat dan bahan yang akan dilakukan.
Daftar semua alat dan bahan yang akan digunakan.
1. .......................................
2. .......................................
3. dst

6. Prosedur (Berisi tentang catatan dan data apa yang sudah dikumpulkan)
........................................

7. Hasil (Berisi tentang apa yang terjadi dalam percobaan yang dilakukan)
........................................

8. Simpulan (Berisi simpulan yang didapatkan setelah melakukan kegiatan percobaan)
........................................


 CONTOH LAPORAN PERCOBAAN

TENTANG REAKSI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP BALON UDARA


1. Nama : Alex

2. Kelas  : 9A

3. Tujuan

Mengetahui reaksi yang terjadi apabila balon udara diberi beberapa tetes minyak kayu putih.

4.  Hipotesis

Hipotesis percobaan ini adalah akan ada reaksi yang unik ketika balon udara yang telah diisi dengan udara diberi minyak kayu putih beberapa tetes.

5.  Alat dan Bahan

  • Balon udara
  • Pompa angin
  • Tali rafia
  • Minyak kayu putih

6.  Prosedur

  • Menyiapkan alat yang dibutuhkan.
  • Mengisi balon dengan udara menggunakan pompa angin.
  • Setelah dirasa ukuran balon cukup besar ikat jalan angin balon menggunakan tali rafia yang telah disiapkan.
  • Ambil minyak kayu putih lalu teteskan pada balon yang berisi udara sebanyak 6 tetes.
  • Tunggu beberapa saat.

7.  Hasil

Setelah semua langkah-langkah dilakukan, ternyata diketahui bahwa balon yang berisi udara dapat meletus karena diberi minyak kayu putih sebanyak 6 tetes.  Hal ini dikarenakan adanya zat panas yang terkandung di dalam minyak kayu putih, sehingga menyebabkan balon meletus.

8. Simpulan

Setelah dilakukan percobaan tentang reaksi minyak kayu putih terhadap balon, dapat disimpulkan bahwa balon akan meletus apabila diberi beberapa tetes minyak kayu putih.



Belajar Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Struktur Teks Laporan

Sebuah teks akan menjadi jelas apabila memiliki struktur yang baik. Begitu pula dengan teks laporan percobaan. Pada umumnya teks laporan memiliki struktur sebagai berikut:
  • Pernyataan umum, Pernyataan umum berisi tentang klasifikasi aspek dari sesuatu yang dibahas secara umum.
  • Uraian, Bagian uraian berisi tentang sesuatu yang dibahas secara rinci dan khusus
Perhatikan contoh laporan tentang planet Venus berikut ini:
Berikut ini adalah struktur teks laporan di atas.
  1. Pernyataan Umum : Venus adalah planet dalam sistem tata surya kita.
  2. Uraian : Venus sama besarnya sama dengan Bumi. Venus adalah planet. Warnanya oranye kekuningan dengan beberapa kehitaman. Venus merupakan planet kedua dari Matahari antara Merkurius dan Bumi. Venus mengedari Matahari selama 235 hari Bumi. Venus berotasi sekali setiap 244 hari Bumi. Venus sangat tua dan berbatu. Langitnya oranye dengan kilatan cahaya petir.
Kebahasaan Teks Laporan Percobaan
Sama dengan teks yang lain, teks laporan percobaan juga memiliki  ciri kebahasaan yang umum digunakan. Ciri kebahasaan tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Memperkenalkan aspek umum atau kelompok.
  2. Menggunakan kata hubung logis, seperti ketika, maka, dan seterusnya. Contoh dalam kalimat: Apabila air diberi tetesan pewarna makanan, maka  warnanya akan berubah.
  3. Kata tugas digunakan agar tulisan tetap koheren. 
  4. Menggunakan kalimat aktif. Contoh kalimat aktif: Saya pergi memancing nanti sore
  5. Menggunakan kata kerja aktif untuk menggambarkan proses dan aksi. Contoh: memasak, menari, melihat, mendengar, menendang, dan lain sebagainya.
  6. Tidak ada urutan waktu, tetapi ada urutan kegiatan
  7. Banyak menggunakan kata benda.
  8. Beberapa laporan menggunakan istilah teknis atau istilah bidang ilmu. 
  9. Biasanya disertai foto, diagram, peta, dan seterusnya.

Yuk! Belajar Menyimpulkan Laporan

Untuk dapat menyimpulkan sebuah informasi dalam laporan percobaan, maka berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:
  1. Baca dengan seksama laporan yang akan disimpulkan
  2. Catat informasi penting dari laporan percobaan
  3. Simpulkan informasi dari laporan percobaan
  4. Gunakan kosakata baku dan gunakan kalimat yang efektif
Berikut ini adalah contoh menyimpulkan sebuah laporan
Setelah membaca dengan seksama laporan tentang planet Venus, maka dapat dicatat pokok-pokok penting yang diambil dari tiap kalimat dalam paragraf di atas sebagai berikut:
  • Venus adalah planet dalam sistem tata surya
  • Besarnya sama dengan bumi
  • Venus adalah planet
  • Berwarna oranya kekuningan
  • Planet kedua dari Matahari
  • Mengedari Matahari selama 235 hari Bumi
  • Berotasi sekali setiap 244 hari bumi
  • Tua dan berbatu
  • Langitnya oranye
Setelah mencatat pokok-pokok penting paragraf di atas, maka dapat dibuat sebuah kesimpulan informasi laporan tentang Venus sebagai berikut:

Venus adalah planet dalam sistem tata surya yang besarnya sama dengan bumi, berwarna oranye kekuningan, tua, dan langitnya oranye. Venus merupakan planet kedua dari Matahari yang beredar selama 235 hari bumi dan berotasi sekali setiap 244 hari bumi.